Jumat, 03 Oktober 2014

Memulai Kembali

Playin on repeat, Christina Perri ~ A Thousand Years

Jadi darimana?
Bagaimana kalau dari cerita masa laluku? Jujur saja, sebenarnya aku tidak suka membahasnya, tapi toh akan aku ceritakan juga supaya kelak, ketika matamu sudah terbuka, kau berkenan menerimaku apa adanya.

Begini.....

Rasanya sudah lama sekali ketika terakhir kali aku merasakan apa yang ku rasakan saat ini. Ku pikir salah satu bagian dalam tubuh ini sudah mati. Ku pikir setelah kepergiaannya, aku takkan memiliki siapa-siapa lagi. Tak akan merasakan apa-apa lagi.
Yang kutahu dia membawa pergi setengah bagian hatiku, yang kutahu aku tak mau menggunakan setengah sisa yang berada pada diriku, yang kutahu setelah dia, tak akan ada lagi kamu. Tak mungkin lagi tercipta kita.


Ruang kosong di hati kita tetap ada, dan gak akan pernah benar-benar terisi. - Cinta Pertama


Kurasa benar-benar akan menjadi waktu yang sangat lama untuk menggantikannya. Untuk mencari separuh hati yang lain. Untuk mencari tempat lain untuk rindu bermuara, untuk bibir menyambut canda, untuk mata berbagi cerita.

Ternyata aku benar. Ternyata itu memanglah waktu yang sangat lama untuk menggantikannya...........


Aku hampir putus asa. Terpuruk dalam diri yang rasanya mati rasa.
Kecewa pada setiap harapan yang diciptakan oleh diri sendiri, hampir mati karena semua janji yang tak bisa ku tepati.

Aku pikir semuanya sia-sia...................

Yah, kupikir......

Lalu, pada waktu yang tak pernah kuduga, kau menunjukkan wajah walau tanpa sapa. Bodohnya dalam satu kedip mata aku terpana, malunya aku tak bisa menyembunyikan pipi yang tertutup rona.

Sebenarnya aku tidak menyukaimu. Demi Tuhan aku tidak menyukaimu.
Atau setidaknya sebelum aku memutuskan untuk menceritakan semua ini.

Kau tahu? jujur saja aku takut pada masa lalu.
aku takut pada semua janji yang mungkin -lagi lagi- tak akan ditepati, aku takut pada semua canda yang ternyata pertanda duka, aku takut pada bahagia yang ternyata membawa air mata.

Sampai kemudian, ketika aku sedang menulis rangkaian kata ini, aku menyadari,,,

Tak ada bahagia yang selamanya bahagia.

Benar, tidak mungkin ada orang yang sepanjang hidupnya selalu bahagia. Lagipula kita tak akan pernah tahu apa itu bahagia kalau tanpa air mata, bukan?

Sebenarnya aku sempat ragu-ragu. Apa kau memang pengganti yang  selama ini kutunggu, atau kau hanya satu dari banyak orang yang kehadirannya di hidupku hanya numpang lalu?

Tetapi, setelah sekian kali aku melihatmu, aku menyadari,

Bahwa rindu tak harus berujung temu, karena semua rinduku padanya, kini membawaku kepadamu.

Aku tidak tahu akan seperti apa kita nanti,
Namun aku yakin, bersamamu, aku mau memulai segalanya kembali...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar