Sebelumnya gue review singkat dulu filmnya yaa...
Film ini film ke 5 Radit dari buku ke 5 nya. Film ini juga debutnya Radit sebagai sutradara. Jadi Radit disini berperan sebagai aktor, penulis naskah, dan juga sutradara. Walaupun debut, tapi gue berani bilang kalo he did his job well.
Ceritanya tentang Raditya Dika sama temennya yang bernama Bertus. Difilm ini mereka masih SMA. Radit sama Bertus ceritanya kepengen banget terkenal di sekolahnya, akhirnya mereka membentuk grup detektif yang namanya "Tiga Sekawan". kenapa tiga? iya karena mereka dibantuin sama temen mereka yang namanya Cindy.
Kan tadi gue udah bilang kalo reviewnya bakalan singkat, jadi yaudah reviewnya segitu aja. Kalo mau tahu lebih lanjut ya tonton sendiri.
Kalo dari segi lucunya, gue tetep lebih suka Manusia Setengah Salmon daripada MMJ. tapi kalo dari segi nilai kehidupan atau yang lebih diangkat di film ini tentang cinta pertama, film ini emang film bang Radit yang paling keren -sejauh ini-.
Ada satu hal yang kayaknya pengen bang Radit sampein lewat film ini, yaitu
ketampanan dan kepopuleran gak akan menjamin sepenuhnya masa depan lo.
Pokoknya pulang dari nonton film ini gue jamin lo langsung nyari tahu dimana keberadaan cinta pertama lo saat ini.
***
Balik ke topik, tentang cinta pertama. Pulang dari bioskop tadi gue langsung muterin lagu SO7- Anugerah terindah yang Pernah Kumiliki. Jadi ada baiknya lo baca sambil denger lagu itu.
Cinta Pertama~
Tulisan diatas emang gak ada namanya, tapi gue yakin di pikiran dan benak kalian masing-masing langsung terucap satu nama. Satu nama yang sama sekali gak asing. Satu nama yang pernah atau mungkin masih sangat kalian cintai. Satu nama yang gak akan tertutup sama ribuan nama lain sesudahnya.
Jadi, udah tahu siapa namanya? Sekarang coba jawab,
Sejak kapan kalian jatuh cinta sama dia?
Apa kalian masih jatuh cinta sama dia?
Kenapa kalian sampe bisa jatuh cinta sama dia?
Apa cinta pertama kalian itu tahu kalo kalian cinta sama dia?
Kalo engga kenapa bisa dia sampe gak tahu perasaan kalian?
Kalian malu nyatainnya?
Sekarang nyesel?
Pertanyaan diatas sebenernya juga gue tanyain ke diri sendiri. Dan iya, gue nyesel.
Belajar dari pengalaman, gue tahu gimana rasanya nyesel atas sesuatu yang sebenernya bisa, tapi gak pernah gue lakuin karena takut buat mencoba. Bodoh. Darimana coba gue bisa tahu kalau gue bakal gagal, kalau baru satu langkah gue niat mau nyoba, rasa takut gue udah ngebakar habis sisa-sisa keberanian yang gue punya. Dan disaat semua itu udah terjadi, penyesalan pun cuma bakal jadi lada yang salah masuk ke adonan kue brownies. Kue browniesnya gagal, gak bisa di makan atau dijadiin apa-apa.
Beruntunglah kalian yang bisa ngalahin rasa takut, malu, dan gengsi yang ada di diri kalian. Setidaknya walaupun gagal tapi kan lo udah pernah mencoba. Lo juga gak akan hidup dengan beberapa pertanyaan yang bakal ngeganggu lo seumur hidup,
"Dia sebenernya suka sama gue juga gak???"
"Sendainya waktu itu gue bilang, apa dia bakal......"
dan macam-macam pertanyaan lainnyaa...
Dan lebih beruntunglah lagi kalian yang pernah menjadi cinta pertama di hidup seseorang...... Setidaknya nama lo bakal terus diinget dan hidup. Walaupun gak di hidup seluruh orang di dunia, tapi di seluruh dunia dan hidup seseorang.
Buat lo yang sekarang masih bisa berhubungan sama cinta pertama lo, mending bilang deh ke dia tentang apa yang pernah atau mungkin masih lo rasain ke dia. Dijauhin itu resiko. Denger ya kata-kata gue baik-baik,
Hidup lo terlalu singkat untuk menjadi biasa-biasa aja.
Ambil dan tanggung resiko sebanyak yang lo bisa, dan kalaupun gagal, setidaknya lo punya satu naskah draft baru yang bisa lo ceritain ke anak-cucu lo kelak.
Kita gak bakal tahu seberapa jauh jarak bisa misahin kita sama orang yang kita sayang. Selagi jarak kita masih sebatas langkah kaki dan beberapa digit nomor telepon, ungkapin aja apa yang mau kita ungkapin.
Gue pernah baca satu kalimat,
"Jarum jam gak akan pernah berputar ke arah kiri."
Ya. benar. Waktu yang pernah lo miliki dan udah terlewati, selamanya dia gak akan pernah kembali. Itu sama aja lo berharap sayur sop yang dimasak ibu lo 2 hari lalu bakal balik enak lagi kalo lo panasin selama 2 jam.
Gue juga mau kok ngungkapin apa yang pengen gue ungkapin seandainya aja gue tahu jarak macam apa yang misahin gue sama orang yang gue suka. Yatapi kan hidup gak semudah ngupil. Ngupil aja pake perjuangan. Untung di dunia ini udah ditemukan konsep move on, jadilah hidup gue saat ini baik-baik aja walaupun dalam tanda kutip.
Nah, sekarang buat lo semua, masih mau mendem perasaan kalian? Masih mau dihantuin sama pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya jelas-jelas udah terukir di depan mata kalian?
Ungkapinnnn!!!!!! Sebelum waktu sama jarak bekerja sama untuk mengambil apa yang kalian cinta.
Lebih baik hidup dalam penolakan daripada terbunuh sama rasa kesepian dalam sesaknya penantian yang mengharapkan sebuah pertemuan. Dan gak ada yang lebih menyiksa dari pada satu tanya yang sesungguhnya cuma minta satu jawaban dari semua rasa.
Inget aja, waktu gak akan pernah kembali, gak peduli siapa kalian, dan apa yang kalian punya. Waktu ada supaya kita bisa menghargai apa-apa saja yang masih menjadi milik kita sebelum semuanya diambil dan penyesalan hanyalah rasa yang sia-sia.
Sekarang, ambil teleponnya, inget siapa aja orang yang pernah ataupun masih kalian cinta, dan selamat menemukan banyak cerita~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar