Ketahuan banget kan gue gak ada kerjaan, hari ini aja udah 3 kali ngepost. haha
Jadi sebenernya postingan gue kali ini, gue pengen nanya. Jatuh cinta itu apa? Rasanya giamana? Sakit? Seneng? tapi masa kalo jatuh malah seneng?
Apa bener diperut rasanya kayak ada sayap kupu-kupu?
Gue belom pernah tuh ngerasain yang kayak orang-orang bilang tentang jatuh cinta.
There's no butterflies in my tummy, or someone who I think a lot more than I think about my self. I never felt that way.
Jatuh cinta adalah musuh akal sehat.
Begitulah yang sering gue denger...
Mungkin iya jatuh cinta itu bahagia. Bahagia kalau orang yang ngulurin tangannya buat bangunin kita adalah orang yang sama dengan orang yang bikin kita jatuh.
Sakit. iya sakit kalo orang itu bikin kita jatuh, trus sama sekali gak ada niat buat bangunin kita lagi.Gue gak percaya tuh sama orang yang bilang kalo dia bakalan ngerelain orang yang dia sayang sama orang lain asalkan orang yang dia sayang itu bahagia. Apa jatuh cinta bikin orang sebegitu butanya? Bikin orang menomor duakan kebahagiannya demi menomor satukan kebahagiaan orang yang dicintainya?
Mungkin iya, karena ibu gue selalu mentingin kepentingan gue sama kakak gue dulu, ketimbang menuhin apa yang dia mau. Ya, kalo itu, baru gue yakin namanya cinta.
Orang bilang cinta tak harus memiliki. Menurut gue cinta harus diperjuangkan, tapi bukan dipaksa. Ketika semua usaha, do'a, dan rasa percaya yang sudah kita lakukan tetap tak mebuahkan hasil, saat itulah kita tahu, dia yang kita cinta bukanlah sesuatu yang ditakdirkan untuk kita. dan saat itulah kita harus membiarkan dia pergi dan bahagia.
Cukup dengan mendo'akan kebahagiaannya saja. Sebatas itu cara dia tahu kalau kita ada.Ada untuk mencintainya.
Yang gue tahu, jatuh cinta itu mudah, yang sulit mungkin untuk merelakan dia dengan orang lain yang bukan kita. dan menerima kenyataan bahwa yang ada di hatinya bukan nama kita. Sekali lagi, yang bisa kita lakukan hanyalah mendo'akan kebahagiannya.
Mereka yang jatuh cinta, selalu merasa dirinya yang paling benar. dan orang lain juga segala sesuatu yang memperlihatkan ketidak cocokan antara ia dan yang dicintainya lah yang salah.
Ada satu kalimat yang selalu menjadi kalimat pembelaan bagi mereka yang sedang jatuh cinta,
Yang lebih baik emang banyak. Tapi kalo gue maunya yang itu gimana?
begitu kata mereka...
Mereka yang jatuh cinta kadang lupa, kalau batas antara cinta dan kehilangan itu sangatlah tipis. Kadang, mereka yang mencintai lupa mempersiapkan diri untuk suatu saat mengucapkan selamat tinggal. Bagaimanapun, memang tidak ada yang bertahan selamanya, bukan?
Mereka yang jatuh cinta, kadang melupakan logikanya. melumpuhkan segala macam panca indranya.
Kadang ada yang cinta sama kita apa adanya, tapi tak kita acuhkan demi mereka yang bahkan gak pernah memalingkan mukanya sedikitpun ke arah kita.
Kadang ada yang kita rasa tepat, tapi disaat yang bersamaan ada orang lain juga yang ngerasa kalo 'dia' juga tepat untuk dia. dan kita telat.
Seringnya,,,,
Sama-sama saling mencintai, namun sama-sama takut untuk mengungkapkan, akhirnya sama-sama saling melewatkan.
Gue sih penasaran gimana rasanya jatuh cinta. Gimana rasanya nemuin seseorang yang lo cintai, dan mencintai lo juga. Seseorang yang pengen lo bejek-bejek mukanya, tapi disaat bersamaan pengen lo peluk untuk selamanya.
Ah, jatuh cinta..... Bahkan sampai aksara ke sepuluh ribu pun gue rasa gak akan pernah cukup untuk membahas tentangnya.....

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar