Minggu, 01 November 2015

1.11.15

Hari ini, untuk pertama kalinya, setelah sekian lama, hujan turun lagi.
Sudah lama rasanya tidak melihat pasukan air yang jatuh dari langit.
Begitu menenteramkan. Begitu damai...

Aku suka sekali dengan hujan, juga apapun yang berhubungan dengannya.
Langit, awan, air, tanah, dan aroma bumi kesukaannku adalah ketika berhubungan dengan hujan.

Aku suka bagaimana hujan jatuh membawa kembali beberapa ingatan yang tak kusangka aku miliki. Beberapa kenangan yang tak sengaja aku lupakan, yang memang sengaja aku lupakan, ataupun yang ingin sekali aku lupakan.

Aku suka bagaimana air yang jatuh itu mengenai kulitku.
Rasa dinginnya menusuk sampai tulang, namun aku tetap baik-baik saja.

Aku suka bagaimana hujan mengingatkanku untuk selalu mengucap syukur.
Bahwa dibalik derasnya, aku tahu setiap do'a yang kuucap pasti akan sampai. Pasti menyentuh langit.

Aku suka bagaimana ketika aku menatap ke atas, aku merasa begitu dekat dengan-Nya.
Bagaimana setiap tetes airnya mengingatkanku akan orang-orang yang ada, yang telah tiada, dan yang kuanggap telah tidak ada.

Aku suka pada kenyataan bahwa beberapa orang bersembunyi dari hujan, sedangkan beberapa bersembunyi dibaliknya.

Aku menyukai kenyataan bahwa kenangan yang kumiliki dengan hujan, kebanyakan adalah kenangan yang indah.
Namun aku benci karena hujan yang sama, tidak akan membawa kenangan yang sama kembali.

Hujan selalu berhasil membuatku baik-baik saja.
Hujan selalu berhasil meyakinkanku bahwa aku baik-baik saja.
Hujan selalu berhasil membuatku berhenti bersikap seolah aku baik baik saja, karena di balik hujan, aku memang baik-baik saja.

Aku pikir aku terlalu menyukai hujan, karena hari ini, bahkan setelah sekian lama aku tidak bertemu dengan hujan, aku membiarkannya membawa sesuatu yang penting bagiku. Sesuatu yang sangat ingin aku miliki, namun bukan milikku lagi.

Aku pikir, aku terlalu menyukai hujan, karena hari ini, aku membiarkan seluruh perasaanku ikut luruh bersama airnya. Menyatu dengan tanah,

Aku sadar bahwa aku memang terlalu menyukai hujan, saat aku membiarkannya membawa sesuatu yang juga sangat kusukai...

Perasaanku...

Untukmu...

Minggu, 15 Maret 2015

Tentang Kehilangan, Dilupakan, lalu Digantikan

Ada berapa banyak yang datang sebelum semuanya memutuskan pergi?
Ada berapa banyak yang berjanji akan tetap disini sebelum akhirnya hilang dan tak pernah kembali?
Ada berapa banyak tawa bersama sebelum semuanya sirna berganti air mata?
Ada berapa banyak aku yang tak tergantikan sebelum akhirnya aku sadar aku telah dilupakan?

Aku pikir akan bertahan lama...
Aku kira akan selamanya...

Kalian semua yang kini pergi, terlalu sebentar ada di hidup ini. Semuanya bahkan sebelum aku menyadari aku telah jatuh hati.
Kalian yang kini sudah tiada, singgah terlalu lama. Semuanya tak menyisakan apa-apa, selain bekas luka.

Aku terlanjur ingin memiliki.
Aku terlanjur ingin ikut kalian  pergi.

Tadinya ku kira aku tak akan tergantikan, karena kalian tak terlupakan.
Ternyata semua hanya hipotesa teburu-buru, karena kalian kini lewat bagai angin lalu.

Aku tak pernah sedih karena kalian pergi,
aku cukup puas kalian pernah ada.
Satu-satunya hal yang tak ku mengerti hingga kini,
mengapa kalian hanya sementara?

Sebelumnya aku tak pernah merasa takut akan apapun, hingga tiba-tiba saja rasa itu menyergap diri ini tanpa ampun.

Aku takut karena kalian dapat tertawa, meski aku tak ada disana.

Tawa yang paling aku sukai, kini  menakutiku tanpa henti.

Tawa itu kini bukan milikku,
bukan karenaku,
bukan bersamaku,
dan bukan karena aku.

Aku pernah merasakan tawa itu, sungguh.
Sebelum aku terlambat menyadari aku jatuh cinta, dan tawa itu kini tak lagi berada di tempa ia biasanya.


Aku tidak sedih karena kalian kini telah tiada,
tapi aku kecewa mengapa aku tak cukup kuat menahan kalian untuk tetap ada.

Setelah pada akhirnya aku melewati segala sesuatunya sendiri,
ternyata tetap saja diri ini masih berharap supaya kalian ada disini.
supaya kalian tidak pergi,
supaya kita selalu bahagia,
supaya kita masih dapat bersama,
supaya aku tak kehilangan,
supaya aku tak dilupakan,
supaya aku tak digantikan.

Percayalah, aku masih disini, rindu ini belum hendak menepi, kalian masih ingin dan akan selalu aku harap untuk kembali...

Minggu, 04 Januari 2015

Years

WOAAAAAAAAA!!!!!!! Happy New Year People!!!!!!!!!!! Wish you all have a really better year than before!!

Pertama-tama mari kita ucapkan selamat kepada blog ini karena dia memiliki nama baru. Jadi kenapa ntrsky? Kemana parenosaurus?
ntrsky itu singkatan dari Nature Sky, 2 hal yang paling gue sukain hanya dengan dengar namanya. dan parenosaurus tetep ada, walau bukan nama blog ini lagi.

And yeah, tentu saja mari kita ucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga korban pesawat air asia QZ8501. Mengutip kata-kata yang belakangan ini sering terlihat di social media,
"they don't die. They just fly higher."
May all of them rest in the beautiful heaven. aamiin.


Wah, udah 2015 ya. Berarti tahun 2000 sama jauhnya kayak tahun 2030.

Ngomongin tahun 2015, berarti gak lepas dari tahun 2014. Ngomongin 2014, buat gue pribadi gak lepas dari tahun kehilangan.

Ya, gue banyak banget belajar tentang kehilangan di tahun itu.  Entah dari orang-orang yang gue kenal secara pribadi, bahkan dari orang-orang asing yang gak sengaja gue temui di jalan.

Tentang orang tua yang kehilangan anaknya,
anak yang kehilangan ibunya,
suami yang kehilangan istrinya,
lelaki yang kehilangan wanitanya,
seorang teman yang kehilangan sahabatnya,
dan lainnya...

Beberapa dari mereka pergi untuk selamanya, beberapa lainnya pergi tanpa ada penyebab mengapa.

Semua kehilangan itu bikin gue sadar, bahwa gak ada yang bertahan selamanya. Bahwa kehilangan itu pasti, dan kepergian gak bisa dihindari.
Dan yang pasti segala sesuatu itu harus dihargai. Waktu gak akan kembali cuma untuk lo.

Gue sekarang sadar, bahwa sebuah chat yang masuk di inbox itu bisa berarti segalanya. Karena kita gak akan tahu mungkin aja itu chat terakhir dari mereka.
Gue sadar bahwa sebuah "hati-hati di jalan" itu juga berarti banyak. We will never know when was our last goodbye.

Gue pernah baca, perpisahan paling menyakitkan itu adalah satu yang tak pernah terucapkan, tapi hati tahu bahwa semuanya sudah berakhir.

Sesederahana itu segalanya berakhir.

Waktu. Satu-satunya yang bisa memulihkan, atau membangkitkan kenangan akan rasa sakit.

Dan sekarang 2015, entah pelajaran tentang apalagi yang bakal gue dapetin, tapi semoga itu yang terbaik dari Allah. Satu yang pasti, gue cuma mau melewati tahun ini sama keluarga gue lagi. Lengkap dan utuh. Dan ya semoga gue dikelilingi sama orang-orang yang sayang sama gue. hahaha

So, once again happy new year!!!!!!!!!!!!!!!!!!! semoga semoga semoga yang selama ini cuma semoga gak cuma jadi semoga doang ya!!!!!!!
Have a good year people!! dan selmat hari terakhir liburan!!!

Note: sejujurnya gue belum siap lahir dan batin buat masuk sekolah lagi. hehe

Sabtu, 01 November 2014

~~~~~

Pertama-tama gue mau mengheningkan cipta untuk lawakan gue di postingan-postingan lama yang garingnya bikin Pithecantrophus geregetan pengen hidup lagi.

Well, welcome November!!! Cepet banget kayaknya udah mau akhir tahun. Dan sedih aja karena gue belum ngebuat perubahan yang berarti di hidup gue~~~

Gue pernah baca di akun 9GAG ada tulisan;

The world is full of nice people. If you can't find one, be one.

Well, kalimat yang kurang dari 140 karakter itu yang udah totally ngerubah hidup gue. Bener. Setidaknya kalo gue gak bisa nemuin orang baik, gue pasti bisa jadi salah satunya. tapi, kemudian gue mikir,

Its hard to be a nice person if everybody around you are truly an asshole.

Gue tahu itu kata-kata kasar banget. tapi gue juga ngerasa kalo diri gue itu bener. But somehow, kalimat pertama tetep yang menangin diri gue. Gonna try ma best to be a better person. Ya gue sadar aja sih, gak semua orang yang gue baikin bakal bales baik sama gue. tapi baik atau engganya perlakuan mereka ke gue kan itu udah di luar kuasa gue. Semua orang berhak mau suka atau engga sama gue, same as gue juga berhak mau suka atau engga sama mereka.

Gak semua orang baik itu baik. dan gak selamanya orang baik itu baik.

Semua orang pasti punya inner circle. Dan Inner circlenya pasti punya kriteria masing-masing. Gak semua orang bisa masuk ke inner circlenya.
Gue juga gitu. Gue punya inner circle gue sendiri. Toh sebanyak apapun temen yang gue punya, cuma beberapa yang gue masukin ke inner circle. Sisanya punya batas tak kasat mata ((((cielah TAK KASAT MATA)))) antara inner circle gue, dan dunia luar.

Gue mau punya banyak temen, yang gue tahu semua orang juga pasti pengen. Tapi gue rasa itu salah satu akar masalah di hidup gue. Gue pengen punya temen yang ngerti gue apa adanya, yang nerima gue apa adanya, yang merlakuin gue kayak sahabat gue merlakuin gue. Gue tau itu salah, karena gak semua orang itu sama. Dan gue juga tahu kalo gue gak bisa maksa mereka untuk jadi kayak apa yang gue mau. Pada akhirnya gue sering kecewa sama semua harapan-harapan yang muncul dari dalam diri gue sendiri.

Kadang gue suka sendirian. Gue gak suka ada di tengah-tengah kerumunan orang atau orang banyak. Bisa bikin sesek nafas ngeliatnya juga. tapi gue tahu kalau gue gak bisa sendirian. Gue gak suka ngerasa kesepian.



Akar segala permasalahan yang ada di dalam diri gue itu adalah overthinking. Gue selalu mikirin hal-hal yang seharusnya gak gue pikirin. Yang padahal orang lain juga gak bakal peduli, but still, I got all the insecurities. Kadang kalo lagi insecure gak ada alasan gitu satu-satunya cara yang bisa bikin tenang yaa paling chatting sama orang-orang yang ada di inner circle gue itu. Thank to God, mereka mau dengan senewennya gue recokin dan gue ambekin tanpa alasan but still want to be beside me. Gak usah disebut siapa, kalian pasti tau siapa kalian.




Sekarang-sekarang ini gue sering mikir, buat apa juga punya banyak temen? Bikin pusing aja. Banyak temen disini maksud gue ya yang temen deket gitu lah.... Toh gak di semua tempat gue bakal diterima. tapi gue tahu  kalo kenal banyak orang itu perlu. Just in case suatu saat gue kenapa-kenapa dan butuh bantuan.

Just want to be like Adam~


Lagipula kita kan gak bisa ada di satu tempat dalam waktu yang sama. Kalo kita mau diterima disini dan dalam waktu bersamaan mau di tempat lain, kita pasti akhirnya gak akan dapet dimana-mana. End up being alone untuk suatu kesalahan yang dari awal emang dibikin sama diri sendiri.

Gue lebih suka temenan sama orang yang gak tahu malu, masuk rumah gak pake assalamualaikum, kalo ngomong gak diayak, tapi jadi orang paling pertama juga dateng waktu gue butuh sesuatu, ketimbang yang manis-manis manja kayak gulali tapi waktu gue minta tolong ilang tauk kemana.  


ohiya, sebelum postingan ini abis, gue mau ngasih bonus gaambar nih dua;

 :))




YASH!!



Yaps...... And have a great November!!!!!!!:)))))))))))
Kenapa yang datang harus pergi? Kemudian, kenapa yang pergi tidak pernah kembali?

Jumat, 03 Oktober 2014

Memulai Kembali

Playin on repeat, Christina Perri ~ A Thousand Years

Jadi darimana?
Bagaimana kalau dari cerita masa laluku? Jujur saja, sebenarnya aku tidak suka membahasnya, tapi toh akan aku ceritakan juga supaya kelak, ketika matamu sudah terbuka, kau berkenan menerimaku apa adanya.

Begini.....

Rasanya sudah lama sekali ketika terakhir kali aku merasakan apa yang ku rasakan saat ini. Ku pikir salah satu bagian dalam tubuh ini sudah mati. Ku pikir setelah kepergiaannya, aku takkan memiliki siapa-siapa lagi. Tak akan merasakan apa-apa lagi.
Yang kutahu dia membawa pergi setengah bagian hatiku, yang kutahu aku tak mau menggunakan setengah sisa yang berada pada diriku, yang kutahu setelah dia, tak akan ada lagi kamu. Tak mungkin lagi tercipta kita.


Ruang kosong di hati kita tetap ada, dan gak akan pernah benar-benar terisi. - Cinta Pertama


Kurasa benar-benar akan menjadi waktu yang sangat lama untuk menggantikannya. Untuk mencari separuh hati yang lain. Untuk mencari tempat lain untuk rindu bermuara, untuk bibir menyambut canda, untuk mata berbagi cerita.

Ternyata aku benar. Ternyata itu memanglah waktu yang sangat lama untuk menggantikannya...........


Aku hampir putus asa. Terpuruk dalam diri yang rasanya mati rasa.
Kecewa pada setiap harapan yang diciptakan oleh diri sendiri, hampir mati karena semua janji yang tak bisa ku tepati.

Aku pikir semuanya sia-sia...................

Yah, kupikir......

Lalu, pada waktu yang tak pernah kuduga, kau menunjukkan wajah walau tanpa sapa. Bodohnya dalam satu kedip mata aku terpana, malunya aku tak bisa menyembunyikan pipi yang tertutup rona.

Sebenarnya aku tidak menyukaimu. Demi Tuhan aku tidak menyukaimu.
Atau setidaknya sebelum aku memutuskan untuk menceritakan semua ini.

Kau tahu? jujur saja aku takut pada masa lalu.
aku takut pada semua janji yang mungkin -lagi lagi- tak akan ditepati, aku takut pada semua canda yang ternyata pertanda duka, aku takut pada bahagia yang ternyata membawa air mata.

Sampai kemudian, ketika aku sedang menulis rangkaian kata ini, aku menyadari,,,

Tak ada bahagia yang selamanya bahagia.

Benar, tidak mungkin ada orang yang sepanjang hidupnya selalu bahagia. Lagipula kita tak akan pernah tahu apa itu bahagia kalau tanpa air mata, bukan?

Sebenarnya aku sempat ragu-ragu. Apa kau memang pengganti yang  selama ini kutunggu, atau kau hanya satu dari banyak orang yang kehadirannya di hidupku hanya numpang lalu?

Tetapi, setelah sekian kali aku melihatmu, aku menyadari,

Bahwa rindu tak harus berujung temu, karena semua rinduku padanya, kini membawaku kepadamu.

Aku tidak tahu akan seperti apa kita nanti,
Namun aku yakin, bersamamu, aku mau memulai segalanya kembali...

Minggu, 24 Agustus 2014

Tentang Mencari dan Menemukan

"Cinta akan selalu tahu kemana dia harus pulang, karena cinta takkan pernah salah menemukan dimana rumahnya."

Begitulah kira-kira kalimat yang pernah gue denger darimana gitu gue juga lupa.

Banyak orang mencari sampai ke seluruh dunia untuk sekadar menemukan belahan jiwanya. Kekasih hatinya. Cinta sejatinya. Tanpa pernah mereka sadar bahwa orang yang mereka cari selama ini tepat berada di sebelahnya. Duduk terdiam. menyaksikan orang yang ia cintai kelelahan setelah pencarian panjang. Bersedih melihat kekasih hatinya tak percaya lagi cinta sejati.

Terkadang apa yang kamu cari adalah apa yang sebenarnya sudah kamu miliki. - Dimas Tayo

Itu semua karena mereka melewatkan apa yang selama ini telah mereka temukan....

Banyak orang sudah mengetahui bahwa belahan jiwa mereka memang ada di sebelahnya. Begitu dekat sampai rasanya terlalu rapuh jika harus disentuh. Namun, tak pernah melakukan apa-apa untuk mebuatnya menjadi miliknya. Terlalu takut dia yang dicintai akan pergi. Dan pada akhirnya, mereka melewatkan lagi.

Banyak orang mencintai dalam diam, tahu mereka yang dicintai itu adalah kekasih hati, tahu mereka yang dicintai begitu dekat, tapi tak punya daya untuk bisa mendekat.

Begitu dekat, namun takkan pernah tergapai.

Sekali lagi, mereka melewatkan kesempatan itu dan terpuruk dalam pencarian yang sebenernya memang sudah ditemukan.

Sebenarnya gak ada orang yang takut mengutarakan bahwa mereka jatuh cinta, mereka cuma takut buat mendengar jawabannya.

Tak ada yang lebih membelenggu dari ungkapan cinta yang tak tepat waktu. - Dara Prayoga

Beberapa orang menunggu untuk ditemukan, beberapa lainnya sibuk mencari. Anehnya, mereka yang mencari tidak pernah sejodoh dengan mereka yang selama ini menunggu untuk ditemukan. Pada akhirnya mereka sama-sama kelalahan. Yang satu lelah untuk menanti, yang satu lelah untuk mencari.

Padahal menurut gue,

Cinta datang disaat kita tidak lagi mencari, seringnya dari orang yang tidak kita sadari.

Tahu apa yang lebih menyedihkan dari menanti? Menanti seseorang yang juga sedang menanti.

Gak ada yang lebih sia-sia dari waktu yang terbuang ketika kita memutuskan mencintai orang bebal.
Dan gak ada yang lebih sulit dan menyakitkan dari melihat orang yang kamu cintai dengan seluruh hati yang kamu punya, mencintai orang lain. APALAGI ORANG LAINNYA ITU SAHABAT KAMU SENDIRI.

 Jelas-jelas sadar orang yang dinanti tidak akan pernah dimiliki, tapi masih aja ngotot untuk mencintai.

Hei, cinta tidak sebodoh itu sehingga salah mengenali yang mana rumahnya. Kitalah yang bodoh karena terus memaksa masuk ke tempat yang memang bukan tempat cinta akan bermuara.

Gue rasa cinta gak melulu tentang mencari dan menemukan. Kadang, cinta cuma masalah penerimaan.
Cinta gak melulu tentang kebahagiaan. Kadang, cinta itu tentang pembelajaran.

Cinta bukan FTV yang sehari bisa muncul sampe 4 kali kayak dosis obat. Karena gue yakin cinta lo itu lebih indah dan gak cuma dua jam habis. Dan gue yakin, cinta lo sama FTV itu sama-sama bakal  berakhir bahagia.

Kita gak akan pernah bisa ngerasain manis kalo gak tahu apa itu pahit.
Pun kita gak akan tahu cinta mana yang harus kita pilih kalo kita gak pernah salah dulu sebelumnya.

Menurut gue gak sulit buat mecari orang yang bilang kalo dia sayang sama lo. Yang susah itu nyari orang yang bener-bener mengartikan rasa cintanya itu.

Pada akhirnya , kita hanya ingin terjatuh pada mereka yang meski sama penuh luka, tapi dipertemukan untuk saling menyembuhkan. - Dara Prayoga

Kesimpulannya : di saat kita tidak lagi mencari, di situlah kita akan menemukan. - Bernard Batubara